Postingan

Sepertinya..

Banyak yang mempersiapkan pertemuan, tapi lupa mempersiapkan perpisahan. Kita semua fasih menafsirkan seperti apa rasanya pertama kali bertemu, tapi kelu saat harus memutuskan berpisah. Ada yang sampai tak mampu bertemu, karna ingin membicarakan perpisahan. Dengan saksi meja makan &makanan yang basa basi kita pesan. Agar saat air mata mulai turun ketika melihat matamu, mataku langsung melihat ke arah makanan, berusaha memakannya, meski sebenarnya bernafaspun sesak. Kita semua siap jatuh cinta, tapi tak pernah siap-siap untuk patah hati. Kita semua hanya tahu merah jambu, lupa warna abu yg kelabu. Kita semua. Ya, kita Semua. Terlalu cepat rasanya bertemu, tapi lebih terlalu cepat rasanya mengetahui kita akan berpisah. Ruang yang beda, meski waktu yang terlampau jauh berbeda. Atas segala tawa, canda, hingga air mata. Baju putih malam ini jadi saksi kita. Betapapun saat ingin berpisah, kita tetap mencoba senada dalam warna. Ada pertemuan, ada perpisahan. Just le...

just waiting.

benar ternyata. hidup ini hanya perkara menunggu. menunggu pagi setelah malam menyelimuti, menunggu maghrib setelah ashar, menunggu pergi setelah kembali, menunggu apapun itu; make sure it worth it to be waited. seperti aku yang menunggu kamu, meski tak kau bilang akan kembali lagi. aku tetap menanti hari-hari kamu kembali. dari semua keriuhan hari-harimu disana, yang tak lagi ku ketahui. apa kamu tau apa yang lebih menyebalkan dari tidur yang diganggu? adalah menunggu, terlebih menunggu kamu. jika cinta itu sudah menjadi tabu, lalu apa lagi yang seharusnya ku harapkan darimu? bukankah jelas? setiap hari kita hanya menumbuhkan luka dan menghancurkan bibit-bibit bahagia. kita tak lagi sama, aku dengan duniamu, dan kaupun begitu. menunggu. apabila menunggu adalah tabu, sudah berapa dosa yang aku lakukan demi kamu? apabila mencintai adalah hutang, sudah berapa miskinnya diriku ini, demi kamu? apabila mencintai adalah benci, sudah berapa gunung api yang meletup-letup tak berdaya m...

Belajar (lagi)

Bulan ini sudah memasuki bulan yang seharusnya menjadi musim hujan. basah dan kehujanan pasti aku alami. maklum, aku bukan naik mobil, tapi naik motor. cukup motor. but it doesnt matter . setelah ke suatu tempat, dengan sedikit nyasar, dan datang ke tempat 5 menit sebelum telat, aku bersyukur Tuhan masih memberiku kesempatan untuk tetap tepat waktu, dengan predikat hampir  telat. sepulang dari tempat itu, aku berkunjung ke rumah teman lamaku. hasilnya, banyak sekali pelajaran dan makna disana dan tempat lain yang kami kunjungi. Ternyata, aku sudah lama tidak melihat tanah kosong, aku bahagia melihat kandang ayam, aku senang melihat hiruk pikuk kota, ojek online, ibu-ibu mencuci piring, dinginnya kota, berisiknya anak-anak. aku bahagia melihat tiap sudut kota secara abstrak. banyak makna, tapi kita kadang lupa. banyak tawa yang kita lewatkan begitu saja, karena berfokus pada luka.  malam ini, malam dan dingin kota ku menjadi lebih indah dan bermakna. apa sudah sangat l...

cinta

semakin aku mencari cinta, aku semakin tak mengerti. cinta yang terlihat rumit, ternyata sederhana. yang terlihat sederhana, ternyata tak sesederhana itu. pernah aku berfikir cinta itu hubungan take and give. harus memberi sebanyak kita menerima, atau menerima sebanyak hasil pemberian kita. tapi tunggu dulu. ini cinta, bukan jual beli. terkadang banyak cinta yang kadarnya tak sama. hanya saja, kita tak tau kadar cinta siapa yang sebenarnya lebih banyak di antara kita. perihal cinta, adalah cinta, bukan judi, bukan jual beli, bukan pula barter.  salah satu bagian terumit dalam mencintai adalah berharap. upaya kita kadang merasa sudah besar, sudah totalitas. dan bertanya, mengapa aku hanya mendapat seperti ini? mengapa banyaknya cintaku dibalas cinta sekedarnya olehmu? padahal, bisa jadi. cinta sekedarnya itu adalah cinta terbaik yang bisa ia berikan. sehingga yang hadir adalah harapan-harapan semu, tak jarang harapan itu tak memiliki titik temu. kecewa? itulah akhirnya.  ...

Sepertimu.

Aku ingin belajar untuk menjadi sepertimu. Kamu yang pandai menyembunyikan semua luka-luka itu. Memecah kemarahan-kemarahan itu. Aku ingin belajar sepertimu. Pandai mengaduk banyak luka dengan lebih banyak kesabaran. Hingga yang terlihat bukanlah derita-derita. Tapi semua yang terlihat baik-baik saja. Menjadi kamu mungkin atau aku yakin tidak mudah. Berusaha biasa saja, saat semua penuh amarah di dada. Kamu menebar benih-benih kedewasaan yang kau kuatkan untuk dirimu sendiri. Mencari terangmu sendiri. Kembali menguatkan langkah kaki saat tempat yang kau tuju hanya memberi kekecewaan. Mungkin menyerah pada keadaan bukanlah tabiatmu meskipun yang ku sesalkan adalah usahamu. Namun hal-hal yang terus kamu lakukan untuk tetap berjalan dan tak menoleh ke belakang adalah sebuah cara isitimewa namun terdapat banyak luka dalam prosesnya. Namun, aku ingin menjadi sepertimu. Berjalan terus karna luka adalah caramu menuju lupa. Karna cinta bukanlah hal sederhana, karna kamu bukanlah pria biasa...

Terbaik Tapi Terpisah

Salah satu hal sederhana dalam pengucapan namun sulit dalam penerapan adalah "yang terbaik dilihat  orang lain belum tentu baik pula untuk kita." aku sering memilih A, B, C , dan seterusnya karena menurutku itu baik untuk ku dapatkan, baik untuk ku jalani, baik pula untuk ku miliki. Hingga berbagai upaya dilakukan agar mendapatkan yang "terbaik" itu.  Terbaik. Ya, sungguh subjektif sekali kita sebagai manusia. Tahu apa sebenarnya dengan ukuran baik dan buruk jika tak berdasarkan perintah Tuhan? Tapi Tuhan memang Maha Baik, tak semua yang kita anggap baik, meski sudah diperjuangkan siang-malam, jatuh-bangun, tetap tidak bisa kita dapatkan atau sekedar menggenggam walau sebentar. Mungkin karna Tuhan sebenarnya  benar-benar tak mau sesuatu yang buruk menimpa kita di masa depan karena kita pernah menggenggam kenangan itu. Begitu saja k husnudzon nya :) Termasuk dalam hal hubungan. Berapa ribu kali kita menyaksikan sendiri, atau mungkin juga adalah diri kita ...

untitled

jika kau fikir aku melupakanmu,  jika kau fikir aku adalah aku yang baru jika kau fikir aku adalah mengizinkanmu berlalu maka tidak tidak mungkin aku melupakan seseorang yang lama singgah untukku berlalu dari dirimu, aku tak mampu jika kau fikir ini gurauan ini hanya kata kata semu ini hanya kamuflase dari masa lalu aku  tak peduli apa peduli ku tentang apa-apa yang bukan aku sayang aku menunggumu aku menantimu aku pernah marah, tapi sudah berlalu aku rindu, tapi tak temu aku pernah berharapmu sesuatu tapi tak pernah ku tuju saat ini, maukah kau menungguku setidaknya sampai semua ini selesai?