Postingan

Menampilkan postingan dengan label Puisi

Bagaimana.........

Gambar
Bagaimana Tuhan tak baik padaku. Ia beri aku istana, padahal aku hanya ingin tempat berteduh Ia beri aku bangunan megah, padahal hanya meminta tempat melepas resah Bagaimana Tuhan tak baik padaku Ia beri ku cinta, sebab aku memohon sebuah rasa Ia beri ku rindu, sebab tiap malam ku berlagu Ia beri ku bahtera, sebab ku minta sebuah tangga Tak kalah indah dari itu, Tuhan beriku cinta tiada tara, tiada kata selain mereka Tuhan berkahi ku keluarga bahagia Ada luka itu biasa, tapi cinta kita mengalahkan segala derita Hingga kita bersamahidup dalam bumi yang kian renta Menapaki tiap kota, tiap detik penuh asa Yang sungguh juga menguatkan Tuhan menghadirkan kau dihidupku Sebagai penyejuk, penyemangat juga pelipur lara Tuhan mengirimmu padaku tanpa satu dua kata Ia mengirimu hanya dengan cinta Bagaimana Tuhan tak baik padaku, detakku adalah rindu cintaku adalah kamu dan hadirmu adalah candu Untukmu yang senantiasa melengkapi tiap fase dihidupku, keberuntunganku adala...

rin-du

Gambar
Dimalam seperti ini, Tuhan baik sekali. Masih menyempatkan hadir diantara tetesan air mataku. Yang mengalir ke pipi hingga beberapa waktu. Aku tahu, dalam lelahnya raga ada Tuhan yang tentu selalu menyemangati kegusaran ini. Ada Engkau yang hidup disela tangisku. Engkau yang bersemayam dalam salah satu sudut hati yang rapuh ini. Tuhan, jika ini kehendakmu kuatkanlah. Teduhkan langkahku berjalan menuju keabadaianmu. Tegakkanlah kepala yang mulai menunduk menatap masa depan ini. Tuhan, tempa lah aku dalam keberkahan atas semua kuasa Mu. Ikhlaskanlah yang terjadi. Mudahkanlah semua tapakku yang berjalan kepada satu arah; arahmu. Yang menetap pada satu poros; poros keridhoanMu. Tuhan, kuatkanlah tiap detik yang mengoyak raga. Biarkan kepingan rindu ini hanya untuknya.  Biarkan detik yang terhabiskan untuk isak ini utuh untuk nya. Relakan tiap degupan ini untuk penegak kebahagiaannya. Untukmu, Perempuan tercantik dimuka  bumi. Tercipta dari 80 % malaikat dan 20% manusia....

Kepada Tuan

Gambar
Kepada tuan Mungkin tuan tidak akan pernah sadar Bahwa diantara cangkir kopiku, aku ingin ada tangan tuan untuk menggenggamnya Diantara buih panas robusta Ada tiupan tuan yang ku harap dapat mendinginkannya Tuan yang sedang berkelana Mungkin tuan bisa berpergian jauh hingga ke ujung dunia,  Asalkan rumah tuan aku, tuan tak kan butuh rumah lain bukan?tak apa. Untuk tuan, Yang mungkin sedang sendiri diantara tumpukan kewajiban Atau mungkin berada disebuah genggaman perempuan Atau juga pelukan hangat   Nikmatilah tuan, itu kebahagiaanmu. Jangan ingat aku Bila tuan rasa, siapa yang paling mencinta Tentu aku Bila tuan cari tau siapa yang setia Itu pasti aku Dan bila tuan bertanya yang paling merindu Percayalah, itu aku Kepada tuan dimasa depan Bagaimana tuan merasa bosan? Bila cinta tak tuan perjuangkan Tuan berharap aku datang dan tak hilang Sayang ini bukan sinema, tuan Ini kenyataan kehidupan; perlu perjuangan. Semua y...

bunga.

Merah,putih,oranye,pink Masing masing tergradasi Indah,indah pada rupanya Tapi merah tetaplah merah Pink tetap pink Dengan segala kelopaknya Dengan semua guratan halus nya Sepintas sama indahnya Hingga ingin memiliki semuanya Tapi percayalah Setiap bunga hanya ingin diinginkan satu jiwa Satu keping hati yang bersedia menjaga Seindah indahnya bunga,oleh yang ia cintai Ia tak ingin hanya dikagumi dan dilihat dari kejauhan Ia ingin didoakan,terlebih lagi di perjuangkan Ia akan menunggu yang benar benar ia tunggu Atau Hingga ia dipetik pengagum lain Lalu,bunga bisa apa? Wahai yang mencinta, Jagalah bunga yang kau kagumi Yakinkan ia bahwa kau sungguh menginginkannya Agar bumi tak rela kau di langkahi Lihatlah bunga mu merekah Indah,harum,dan dewasa Wahai yang mencinta Terimalah merah sebagai merah,putih sebagai putih Atau,kan kau dapati yang lebih bosa menerima bunga mu,dilain waktu.

Untukmu yang teristimewa

Untukmu yang teristimewa Yang peluhnya tak pernah di rasa Yang harapannya setinggi angkasa Yang selalu merapalkan nama ku dalam doa Ini untukmu Sampai detik ini dan seterusnya Cinta ini akan terus menjadi cinta luar biasa Entah dengan apa aku bisa membalasnya Karna bahkan senyummu laksana surga rumah kita Ini untukmu Bukan dengan permata Sungguh bu, aku hanya anak kecil mu yang terus belajar dewasa Menjadi yang kau minta Mewujudkan semua mimpi ku Membahagiakanmu, Hanya itu inginku Tapi bu, Aku tak bisa menjanjikanmu kemewahan Terlebih lagi berlian Aku hanya akan memberi semua yang ku mampu berikan untukmu Ibu, Berjanjilah untuk tetap menjadi jalan setapakku hingga aku sukses Tetaplah menjadi dermaga ku ketika aku lelah di perjalanan masa depan Teruslah menjadi kritikus terhebat untuk setiap kesalahanku Terangilah hariku dari kelamnya dunia ini Hapuskan dahaga ku akan lemahnya diri ini Jadilah bulanku,airku,matahariku, Engkaulah dunia ku,ibu. Ibu, Jika ...

merantaulah!

merantaulah engkau kan tahu seberapa tangguh kau di tanah orang merantaulah engkau dapat menghargai orang lain merantaulah maka kau kan merasa dirimu hanya bagian kecil muka bumi merantaulah ada banyak yang belum kau mengerti merantaulah dimana pun rumah baru mu,disana lah kau akan membanggakannya merantaulah agar kau tahu betapa berharga nya teman sekampungmu merantaulah agar kau sadar kau masih harus banyak belajar tentang kehidupan merantaulah agar kau mengerti indahnya "pulang" saat kau menjadi satu satu nya sosok yang dirindukan ibu mu saat kau menjadi penebar kehangatan di rumah saat kau menjadi perhatian ketika kau bercerita biarkan ibu mu memasak masakan yang kau sukai ketika pulang biarkan ayah mu memandangi mu ketika kau tidur setelah perjalanan pulang yang melelahkan biarkan temanmu menunggu kabar kepulanganmu berebut menjemput mu di bandara,pelabuhan,atau terminal dengan merantau, kau kan merasa kampungmu adalah kampung terbaik dengan m...

selamat ulang tahun...

Ada senyum nya yang selalu membayangi ku Tangan lembut nya yang selalu membelai rambutku Bibir nya yang selalu mengecup keningku Tawanya yang menjadi pelipur lara ku Ada cinta di hatinya Tiap keringatnya adalah doa Surga yang tak pernah mati Terpatri dalam kasih hakiki Kasih mu tak berbalaskan Walau rintangan membentang Tujuan mu adalah aku dan masa depan ku Tujuan mu adalah membawaku pada kebahagiaan tanpa sendu Untuk aku Aku yang tingkahnya terkadang menjengkelkan Aku yang kata katanya terkadang tak berkenan di hatimu Aku yang prestasinya tak sebesar apa yang telah kau korbankan Tapi aku pula yang selalu kau maafkan Yang setiap tiga pagi namaku kau sebut dalam sujud Yang setiap interaksi denganNya kau pinta kebahagiaan Yang ketika malam kau peluk sampai pagi Yang ketika pulang kau sambut dengan cinta Aku….. Mamah, Aku bukanlah gadis yang sempurna Aku bukanlah wanita yang sudah dewasa Aku bukanlah perempuan yang tangguh Namun...

kelopak mawar

waktu terus berlalu tanpa aku sadari aku adalah aktor dari hati yang (seharusnya) bahagia hati yang selalu berbunga kala pagi datang dan layu kala senja membawa ku pulang mawar putih bertangkai segar ini tetap ku pegang ditangan ku tak peduli berapa duri yang ku genggam bersamaan dengan kepergianmu kepergiaan pria yang mungkin sudah kelihangan nafasnya telah kehilangan raga nya bak siput yang telah lepas cangkangnya memelukmu mungkin suatu kemustahilan jika untuk berbicara saja selalu butuh perantara berdua denganmu mungkin hanya angan dalam doa yang nampaknya belum Tuhan kabulkan ada hari dimana aku mulai kabur penglihatan nya ada masa dimana tubuh ini butuh penopang dan ada waktu dimana aku menaruh kepalaku di pundakmu tanpa mu untuk apa aku ada? tiga tangkai mawar ini mungkin menggambarkan betapa sepertiga malam  menjadi waktu terbaik ku untuk membicarakanmu bersama-Nya sulit untuk bersentuhan dengan air nya namun setelah ku basuh, kamu dan keluarga ku ...

rindu.

teruntuk yang disana  semoga dapat merasakan ini kata kata sederhana yang tak berarti banyak  tapi dapat mengobati rasa ini mengapa harus ada rindu  jika kemudian aku termenung sendiri dalam dinginnya malam  mengapa harus ada rindu jika akhirnya hanya foto dulu yang dapat mengobatiku aku rindu  sentuhan cinta nya yang tulus  yang tersimpan di kota sana belaian kasih nya yang abadi yang bermukin di rumah sederhana namun menyimpan banyak kebahagiaan aku memang tak bisa menggenggam tangan suci mu dengan nyata tapi dikota tempat ku lahir aku tau kau lah yang tak pernah berhenti berdoa untukku yang lemah ini yang selalu mendongakkan kepala di sepertiga malam yang selalu mengelanakan fikiran nya jauh melampaui apa yang ku rasa saat ini aku selalu menanti detik demi detik kepulangan ku ke kota itu kota dimana aku di lahirkan dan dibesarkan kota dimana semua kenangan kita teramat sempurna aku tak sabar dapat menggenggam tangan mu memeluk t...