Postingan

mencoba

Semakin hari, aku semakin takut melihatmu. aku semakin kalut jika tak sengaja kita harus bertemu. aku lalu membuat persembunyian-persembunyian dibalik-senyum-bahagiaku. berat sekali rasanya meyakinkan diriku bahwa kamu telah membenciku, atau setidaknya menganggap ku telah menjadi luka masa lalu mu. Dengan aku yang mencoba kuat, aku sedang berusaha berhenti mengais-ais masa lalu kita yang -pernah- indah. persembunyian ku adalah bercanda dengan teman-teman ku. teman-teman yang tidak pernah benar-benar tau apa yang aku rasakan. sehingga ketika aku tertawa, mereka menganggap aku benar-benar tertawa. semudah itu berpura-pura bahagia. Semudah itu? tidak. ternyata tidak. menurutku lebih mudah berpura-pura bersedih meski sebenarnya tengah bahagia. Aku hanya perlu sedikit menutup mata dan mulutku agar tak terlihat senyumku. semudah itu saja. Tapi aku? benar ternyata, pura-pura bahagia perlu banyak tenaga. Kalaupun aku cerita pada sejuta manusia, tak ada yang bisa memahami  posisi ini. ...

Akhir-kah?

Kita berseteru perihal mencintai. Kita sama sama keras merasa lebih mencintai daripada dicintai. Kita Lupa, mencintai harusnya tak se-pamrih itu. Pada akhirnya, perseteruan perihal lebih mencintai menenggelamkan arti Cinta itu sendiri Saat ini, akibat "lebih mencintai" Kita masing2 menjadi sosok yang angkuh. Tak mengakui kelemahan pasangan dan menyakiti pada akhirnya. Kita adalah prahara Cinta yang berujung luka. Semua terasa (telah) Kita perjuangkan. Meski sebenernya dalam perjuangan Cinta tak ada yang sederhana. Cinta selalu rumit dan tiap kisah Cinta memiliki kerumitannya sendiri. Dan Kita? Berseteru seakan tak pernah saling melembutkan nada. Kita beradu Cinta terbesar seakan hanya Kita yang pantas mendapatkan pengakuan, tanpa perlu berusaha. Cinta; yang kau bilang sederhana, nyatanya tak seperti itu. Hingga akhirnya Kini cinta itulah yang mematikan komunikasi Kita. Atas dassr berpisah, ya berpisah lah sudah. Tak ada lagi hangat sapa mu, tutur lembut tawa mu, kece...

Pada akhirnya

Pada akhirnya Aku kembali pulang Menghirup udara dimana aku beranjak remaja Jauh dekat telah ku tapaki Segala kerinduan nyatanya tumpah rush disini Sumpah persahabatan, cinta, rasa dan setia Meski pada akhirnya aku pergi Akhirnya aku hilang Akhirnya aku "meninggalkanmu" Perih ternyata Aku pergi dan masih saja merasakan rindu Aku yg memutuskan namun tetap saja perih ini ku rasa Perih karna kebodohan ku, perih karna kita yg ku buat sendiri. Aku pulang. Kembali ke tapakkkan awal kehidupan Berlari atau merangkak Sejauh apapun keindahan kota disana Disini, nampaknya selalu lebih indah. Selalu lebih membuatku merasakan rindu yg sebenarnya. Pulang. Aku pulang. Aku rindu kau. Maka aku pulang. 25/11/16

berada di satu pijakan

Satu-satunya kehendak Tuhan yang patut aku syukuri adalah Tuhan menghadirkan kau di hidupku. Tuhan mempersilahkan kau mengenalku lebih jauh dan lebih lama. aku tak pernah tau bagaimana skenario Tuhan bekerja, namun saat ini tak ada yang ku dustakan selain mencoba mengenalmu lebih baik lagi. jika kau terlahir dengan harta yang berlimpah, sungguh aku lebih menginginkan kekayaan hatimu. yang dengannya akan terlahir berjuta keping kebahagiaan bagi orang lain. aku tak ingin sekedar harta mu membawa mu pada jiwa yang angkuh dan tak memiliki empati yang tinggi. jika kau terlahir dengan ketampanan, apalah artinya. kau hanya akan memiliki nya di akhir umur mu yang 30. selebihnya ketampanan jiwa mu yang akan menghiasi hari demi hari kita. kita tak akan lagi bergantung pada rupa yang semu, aku akan bertahan karena hatimu, kau pun begitu. pahami lah, aku tak terlalu mempermsalahkan rupa dan bentukmu, karena aku akan lebih bangga bersanding dengan yang berhati tampan, bukan paras semata. keta...

Berkunjung

Berkunjung ke Rumah mu seperti menjelajahi organ tubuhmu Aku meliuk memahami kepala hingga kaki mu Mencoba mengerti tiap inci kehidupan mu sebelum mengenal aku Berkunjung ke Rumah mu, Aku melihat ayah mu sebagai kepala yang mengisi kebijaksanaanmu Juga otot tempat mu belajar berjuang untuk keluarga Berkunjung ke rumah mu, Aku melihat ibu mu seperti hati yang suci Guru kesabaran dan riuhan doa tanpa pamrih Juga, keikhlasan sepanjang hayat nya Aku melihat ibu mu seperti jantung  yang berdetak karena kasih sayang Tumbuh karena aliran darah yang terus memberi kehidupan pada tubuhmu Berkunjung ke rumah mu, Aku melihat kaka mu seperti tangan dan kaki sebagai panutan membangun semua mimpi Yang mendasar hingga naik ke langit atas Menjelma menjadi sepasang sayap yang siap mengarungi luasnya kehidupan Berkunjung ke rumah mu Aku melihat mu  Menjadi rumahku selanjutnya H+2 Idul Fitri, 2016

w a k t u

sudah lama rasanya aku tidak menapaki bulan bulan kemarin terlalu sibuk dalam hiruk pikuk desa kecil membuatku lupa akan kota menapaki tiap sudut kota ah, aku sudah lupa aku lebih banyak melihat rumput daripada kaca aku sudah lebih banyak menghirup udara pegunungan dibanding jalan raya aku kamu dia kita dan mereka hanya elemen kecil, ternyata yang takkan pernah dilupakan Tuhan takkan pernah luput dari saksi  Nya soal cinta dan benci soal biasa kepada yang membolak balikkan hati, aku tak sanggup berkata-kata lagi pujian dan cacian dan semua kata kata yang telah terucap biarlah terucap, biarlah menguap di udara masa lalu, atau kita coba abadikan kepada hatiku yang tak pernah tau kemana hendak berlabuh mencari segala kebenaran dan kejujuran hingga kejujuran manis dan pahit kita coba terima tak mengapa biarlah Dia yang paling mengetahui segala isi hati jika dari semua yang telah dilewati, masih ada cinta tersisa percayalah, cinta itulah yang sesungguhnya kita ...

jika nanti....

Gambar
Jika nanti aku bersamamu, aku bukan hanya akan bahagia bersamamu, tapi duka mu juga menjadi duka ku. kau akan memahami lemahnya diriku tanpamu, dan gelisahnya hari-hari ku tanpa hadirmu. jika nanti aku bersamamu, aku akan mengetahui dimana cintamu kau rengkuh erat, dan bagaimana kau menjaganya. Jika nanti aku bersamamu, aku akan dengan senang hati bangun lebih subuh dari biasanya, lebih pagi dari semestinya. aku ingin menjadi alarm yang membangunkanmu dengan lembut, aku akan memintamu untuk mengimami ku setiap subuh tiba. setelah itu, akan aku siapkan teh beserta roti kesukaanmu. kita akan makan di atas meja yang sama, di halaman rumah yang sama dengan orang yang sama -aku,kau, dan anak anak kita. Jika nanti aku bersamamu, senyummu adalah pelipur lara ku setelah seharian bekerja dan senyum ku aku harapkan dapat menjadi ibadah karena dapat membahagiakanmu. aku ingin menjadi telaga yang mengalir menutupi keruhnya hatimu saat marah, aku ingin menjadi dermaga tempatmu berpulang dari pe...